Kemendikbud Siapkan Dana Rp 2,85 T untuk Digitalisasi Sekolah

Kemendikbud Siapkan Dana Rp 2,85 T untuk Digitalisasi Sekolah

Tidak semua sekolah bisa menikmati pesatnya perkembangan teknologi. Karena itu, untuk mempercepat pemerataan digitalisasi sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) afirmasi.

Dana BOS afirmasi berbeda dengan BOS regular. Dana itu disediakan untuk mendukung

operasional rutin dan mengakselerasi pembelajaran. Termasuk untuk pembelajaran perkembangan teknologi. Bagi sekolah yang berada di daerah tertinggal dan sangat tertinggal, total dana BOS afirmasi dianggarkan Rp 2,85 triliun.

Selain itu, disiapkan dana BOS kinerja untuk sekolah yang dinilai berkinerja baik dalam menyelenggarakan layanan pendidikan. Jumlahnya mencapai Rp 1,5 triliun.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menuturkan, tahun ini program digitalisasi sekolah akan direalisasikan untuk 30.227 sekolah melalui BOS afirmasi dan 6.004 sekolah melalui BOS kinerja.
Jangan anggap remeh jika gatal terus menerus pada tubuh Anda
Ahli medis ungkap cara cepat basmi parasit
Diskon gila-gilaan. S9 hanya 2 juta rupiah sampai akhir tahun!
Sisa 10 pcs. Segera dapatkan hanya dengan harga diskon!
S9 hanya Rp. 2.150.000! Harga termurah hanya di sini! Fitur terbaru dengan teknologi canggih!
Copy asli S9 dengan kualitas terpercaya! Laris di pasar internasional
Hilangkan parasit bau mulut dengan hanya 5 menit sehari
Solusi untuk membantu mulut tidak lagi berbau … Coba sekarang

Melalui program itu, pemerintah akan memberikan komputer tablet sebagai sarana pembelajaran di sekolah.

Target penerima adalah 1,753 juta siswa kelas VI, kelas VII, dan kelas X se-Indonesia.

Khususnya sekolah yang berada di daerah pinggiran. Sebagai langkah awal, program itu akan diluncurkan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada 18 September 2019.

Muhadjir mengamini bahwa salah satu tantangan saat ini adalah akses pendidikan di daerah pinggiran, pendidikan karakter, dan perkembangan teknologi yang belum merata. Karena itu, pihaknya akan fokus untuk mengejar hal tersebut. ”Tahun depan kalau bisa sepuluh kali lipat. Dengan begitu, digitalisasi sekolah bisa berjalan secepat mungkin,” tegasnya.

Untuk memastikan penggunaan sarana pembelajaran berfungsi dengan baik, Kemendikbud

bekerja sama dengan berbagai kementerian/lembaga pemerintah. Untuk jaringan internet, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi. Sedangkan untuk energi listrik, Kementerian ESDM sudah menyanggupi.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi menambahkan, kepala dinas pendidikan akan dilibatkan penuh. Diharapkan, kepala dinas bisa ikut memberikan pembinaan kepada sekolah.

”Juga, mengawasi sekolah agar betul-betul memberikan peralatan yang sesuai dengan yang diharapkan. Jangan sampai membeli yang tidak diperlukan,” ungkapnya.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/