Aturan umum penulisan daftar pustaka

Aturan umum penulisan daftar pustaka

Aturan umum penulisan daftar pustaka :

  1. Penyusunan daftar pustaka disusun secara alfabetis berdasarkan nama belakang penulis.
  2. Penulisan daftar pustaka tidak perlu diberi nomor urut.
  3. Daftar pustaka diletakkan di bagian akhir karya ilmiah.
  4. Gelar akademik, pangkat, kebangsawanan tidak perlu dicantumkan.

Contoh penulisan daftar pustaka :

1. Dari internet -> Hasibuan, Rusli. “Menanam Jengkol di Bukit Kapur.” http://www.duniatani.or.id/riset/rusli/palawija_jengkol.html (diakses tanggal 12 Juni 2003)

2. Dari buku -> Hidayat, Komarudin.1996.Memahami Bahasa Agama : Sebuah Kajian Hermeneutik.Jakarta : Paramadina.

3. Dari surat kabar -> Shahab, Alwi. Ibadah Haji Tempo Doeloe. Republika, 01 Agustus 2004. Hlm. 24.

4. Dari majalah -> Soeara Moehammadijah, No. 4 Rabi’oel Awal 1354 H – Djoeni 1935, Tahoen XVII.

5. Dari makalah seminar -> Kartodirdjo, A. Sartono. 1993. Historiografi Tradisional dan Modern: Fungsi dan Strukturnya. Makalah disajikan dalam Simposium Internasional Ilmu-Ilmu Humaniora II Bidang Sejarah dan Linguistik, Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada, Yogyarakta, 26-27 April 1993.

6. Dari artikel yang diedit dalam satu buku -> Sulaiman, Eman. 2007. “Batik Klasik: Pesan Masa Lalu untuk Masa Depan”, dalam Pesona Batik: Warisan Budaya yang Mampu Menembus Ruang dan Waktu. Jakarta: Yayasan Kadin Indonesia.

7. Dari artikel -> Khansari, DN, Murgo AJ, Faith RE. 1990. “Effects of Stress on the Immune System”. Immunology Today, 11: 170–175.

8. Dari kumpulan tulisan -> Kartodirdjo, A. Sartono, Marwati Djoened, dan Nugroho Notosusanto (ed.) 1993. Sejarah Nasional Indonensia. Jilid 1. Jakarta: Balai Pustaka.

9. Dari arsip -> Algemeene Secretarie 22 Augustus 1914, No. 81, ANRI.

10. Dari undang-undang -> Republik Indonesia. 2002. Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia.

Sumber : https://uptodown.co.id/